The All New Isuzu MU-X 4×4

the all new isuzu mu x 4x4

Banyak yang meremehkan karena mesinnya “mengecil” jadi 1.9L, tapi data lapangan membuktikan sebaliknya.

Ini adalah analisis berdasarkan Data Spesifikasi Terbaru (2024-2025) dan ulasan teknis global untuk kebutuhan Overland.

1. Jantung Pacu: RZ4E-TC (Kecil tapi Cabe Rawit)

Di Indonesia, Isuzu MU-X 4×4 terbaru hanya masuk dengan satu varian mesin.

Kode: RZ4E-TC (1.9L Diesel Turbo).

1.1 Data Spesifikasi:

​• Tenaga: 150 PS @ 3.600 rpm.

​• Torsi: 350 Nm @ 1.800 – 2.600 rpm.

​​• Transmisi: 6-Speed Automatic (Aisin) dengan Sequential Shift.

1.2 Analisa Overland & Durabilitas:

Mitos “Mesin Kecil”: Banyak yang takut 1.9L itu boyo.

Faktanya: Torsinya sudah rata (flat torque) sejak 1.800 rpm berkat VGS (Variable Geometry System) Turbo yang cerdas. Untuk nanjak santai atau cruising, ini sangat cukup.

​• Durabilitas Internal: Isuzu tidak main-main. Blok silindernya menggunakan teknologi Induction Hardened pada lubang silinder. Pistonnya dilapisi polymer coating. Ini didesain untuk umur panjang khas truk.

​• Timing Chain: Menggunakan Rantai Baja, bukan belt karet. Aman, bebas perawatan rutin, dan anti-putus di hutan.

​​• Filter Solar: Isuzu Indonesia sudah melengkapi dengan Double Filter (Pre-filter + Main Filter). Ini krusial buat Overland di Indonesia yang solarnya sering “jahat” (B35). Isuzu mengklaim Ready Bio Solar, asal rajin ganti filter.

​2. Kemampuan 4×4 & Offroad (Upgrade Signifikan)

Ini sektor di mana MU-X baru melompat jauh dibanding generasi lama, meskipun ada satu fitur “hilang” di versi Indonesia.

​​• Rough Terrain Mode (Andalan Utama):
Karena versi Indonesia TIDAK DILENGKAPI Rear Diff-Lock (E-Locker), fitur inilah senjata utamanya.

​- Cara Kerja: Ini adalah sistem Traction Control yang sangat agresif. Saat satu roda menggantung/selip, sensor akan memerintahkan rem untuk menjepit roda tersebut, sehingga tenaga pindah ke roda yang masih napak (LSD Simulation).

​- Performa: Cukup mumpuni untuk offroad moderat dan lumpur licin, walau tidak se-instan Physical Locker.

​• ​Water Wading (Menerjang Banjir):
Isuzu mendesain air intake dan breather gardan tinggi. Klaim pabrikannya bisa menerjang air hingga kedalaman 800mm (80 cm). Ini setara Ford Ranger Raptor.

​​• Underbody Protection:
Sudah ada pelindung tangki dan transfer case dari pelat baja (bukan plastik).

​​• Shift-on-the-Fly:
Perpindahan 2H ke 4H bisa dilakukan sambil jalan (di bawah 100 km/jam). Putar knob, langsung aktif. Tapi 4L tetap harus berhenti total dan Netral.

​> Catatan Kritis: Absennya Rear Diff-Lock fisik di MU-X Indonesia cukup disayangkan dibanding saudaranya D-Max, tapi Rough Terrain Mode generasi baru ini responsnya jauh lebih cepat dibanding TCS (Traction Control System) model lama.

​3. Sasis & Kaki-Kaki (Symmetric Mobility Platform)

​• Sasis: Menggunakan ladder frame baru yang lebih kaku (rigid) tapi lebih ringan karena penggunaan High Tensile Steel. Ini mengurangi body roll saat touring jarak jauh.

​​• Suspensi:

– Depan: Independent Double Wishbone.

​- Belakang: 5-Link Coil Spring.

​Analisa: Bantingannya jauh lebih empuk dibanding D-Max (yang pakai per daun). Buat bawa keluarga keliling Nusantara, pinggang aman. Stabilizer bar-nya dipertebal buat mengurangi limbung.

​4. Durabilitas & Kepraktisan Overland

​• Tangki BBM: Kapasitas 80 Liter.

​• Range: Dengan konsumsi BBM rata-rata mesin 1.9L yang irit (sekitar 10-12 km/liter rute kombinasi), sekali isi full bisa tembus 800 – 900 KM. Sangat aman buat lintas pulau.

​• ​Interior “Badak”: Dashboard dan trim pintunya didesain fungsional. Tombol-tombolnya besar (bisa dipencet pakai sarung tangan). Lantainya mudah dibersihkan. Memang tidak semewah Pajero Sport, tapi buat overland, material plastik keras Isuzu itu tahan banting dan gak gampang baret.

​​• Flat Deck Cargo: Kursi baris 2 dan 3 bisa dilipat rata lantai. Lu bisa gelar kasur dan tidur lurus di dalam (Camper Mode) tanpa perlu modifikasi.

​​5. Kekurangan (Jujur Apa Adanya)

Berdasarkan tes media Australia yang menyiksa mobil ini:

​• Engine Braking: Karena mesinnya kecil (1.9L), kemampuan engine brake saat turunan curam tidak sekuat mesin 2.4L atau 2.8L/3.0L. Anda harus lebih banyak bantu pakai rem kaki.

​• Tenaga Putaran Atas: Kalau Anda mau nyalip bus di tol dengan kecepatan tinggi (di atas 100km/jam), nafas mesin 1.9L mulai terasa habis. Dia enak di putaran bawah-tengah, bukan top speed.

​Broverland Verdict:

Layak Gak Buat Keliling Dunia? SANGAT LAYAK.

Alasannya:

​• Global Platform: MU-X dan D-Max dijual di seluruh dunia (Australia, Asia, Eropa, Afrika Selatan). Sparepart sasis dan bodi aman.

​• Mesin RZ4E: Walau kecil, dia Efisien dan Reliable. Di negara-negara ASEAN, mesin ini sudah teruji di D-Max pikap yang disiksa bawa sawit berlebihan, dan dia bertahan.

​​• Mekanikal Sederhana: Elektroniknya tidak “sereweh” mobil Eropa. Diagnosa kerusakan relatif mudah.

​Rekomendasi Setup Broverland:

Karena mesinnya 1.9L, JANGAN pasang ban terlalu raksasa.

​Maksimal Ban: 265/70 R17 atau 265/60 R18 (Ukuran 31-32 inch).

​Kalau mau ban 33, Wajib Remap ECU atau ganti Final Gear, biar mesin kecilnya nggak tersiksa.

Sumber Referensi:

Situs Resmi Isuzu Astra Motor Indonesia & Technical Sheet RZ4E Engine.

(Drive.com.au & CarExpert)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *